Banner Iklan

Responsive Ads Here

Thursday, 2 April 2015

VMWare vSphere dengan Fasilitas vMotion dan vSAN

vMotion
Seperti dalam e-book dari Berkah I. Santoso dari organisasi cloud indonesia, Teknologi virtualisasi dewasa ini telah berperan penting dalam setiap aspek kegiatan komputasi pengguna. Fenomena pergeseran cara pandang penggunaan sumber daya TI berupa hardware menjadi cara pandang penggunaan sumber daya TI berupa software, saat ini sudah  dimungkinkan dengan adanya pendekatan virtualisasi. Perpindahan lokasi server pada metode konvensional seringkali diikuti dengan beberapa tahapan seperti : backup configuration, shut down, dismantle, migration, settlement, start up, re-configuration, start the services, monitoring. Sedangkan pada penggunaan metode
virtualisasi, perpindahan lokasi server dalam hal ini virtual machine dapat dilakukan secara on-the-fly (migrasi virtual machine dapat dilakukan pada saat server dalam kondisi On dan server menjalankan service komputasi. Pada pembahasan teknis berikut ini, akan kami ulas secara mendalam mekanisme ESXi dalam melakukan migrasi virtual machine dari satu host ke host yang lain dan beberapa syarat penggunaan mekanisme migasi virtual machine, sebagai lanjutan dari seri tulisan sebelumnya.

Penggunaan vSphere® vMotion® untuk Memenuhi Kebutuhan Migrasi Server antar Host 
VMware® vMotion® merupakan salah satu fitur VMware vCenter Server™ yang memungkinkan 
perpindahan virtual machine yang sedang berjalan dari suatu host yang telah diinstalasikan 
VMware ESXi™ ke host lainnya yang telah diinstalasikan VMware ESXi™, tanpa adanya downtime 
dari virtual machine tersebut. 
vMotion memungkinkan keseluruhan kondisi dari virtual machine yang sedang berjalan berada 
pada proses enkapsulasi pada memory dan tersimpan berupa sekumpulan file pada storage. 
Untuk kondisi tersebut, vMotion memerlukan setidaknya sebuah jaringan bertipe Gigabit 
Ethernet yang dikhususkan untuk fitur tersebut dalam rangka perpindahan memory dari satu 
host ESXi ke host ESXi yang lainnya. 

Sekumpulan file virtual machine yang tersimpan pada storage untuk vMotion, tidak 
memerlukan perpindahan karena antara host sumber dan host tujuan dapat mengakses storage 
yang berisi sekumpulan file virtual machine tersebut. Perpindahan virtual machine mengelola 
perubahan nama host, alamat IP dan alamat Media Access Control (MAC). Dengan adanya 
vMotion tersebut, memungkinkan tingkat layanan yang lebih tinggi dan perpindahan virtual 
machine dari suatu host ke host yang lain, dalam rangka : 
- Penggunaan hardware yang lebih efisien. 
- Dapat mengakomodasi downtime server yang ditujukan untuk maintenance suatu 
hardware server host. 
- Pendistribusian beban kerja virtual machine antar berbagai macam host yang telah 
diinstalasikan ESXi. 
Pada Gambar 1 menjelaskan mengenai konsep vSphere® vMotion® oleh ESXi atau kernel VM 
pada beberapa host fisik yang memungkinkan terjadinya migrasi virtual machine tanpa 
mematikan layanan TI yang sedang berjalan. 

Gambar 1. Penggunaan VMware™ vSphere® vMotion® 

Mekanisme Kerja vMotion 
Proses perindahan secara on-the-fly suatu virtual machine dari suatu host ke host yang lain, 
dapat dimungkinkan berkat adanya dukungan dari 3 teknologi berikut ini, diantaranya adalah : 
1. Keseluruhan kondisi virtual machine dalam keadaan ter-enkapsulasi melalui sekumpulan 
files yang terletak pada media storage storage yang digunakan bersama-sama seperti : 
media Fibre Channel, iSCSI Storage Area Network (SAN) atau Network Attached Storage 
(NAS). VMware™ vStorage® VMFS dapat mengakomodasi keperluan instalasi VMware™ 
ESX® pada beberapa host dalam mengakses file-file virtual machine secara bersamaan. 
2. Memory aktif dan kondisi eksekusi yang tepat untuk setiap virtual machine dapat 
mempercepat proses migrasi virtual machine pada host asal yang telah diinstalasikan 
ESX ke host tujuan yang telah diinstalasikan ESX. vMotion® menjaga pada waktu 
transfer prosesnya tidak terlihat oleh pengguna dengan mekanisme penjagaan lintasan 
migrasi pada memory dalam bentuk bitmap. Pada saat keseluruhan memory dan kondisi 
sistem dimigrasikan ke host tujuan, maka vMotion® menahan virtual machine asal, 
melakukan penduplikasian bitmap ke host tujuan dan memulai kembali keadaan sistem 
virtual machine pada host tujuan. Keseluruhan proses tersebut membutuhkan waktu 
kurang dari 2 detik pada jaringan Gigabit Ethernet. 
3. Jaringan yang digunakan oleh virtual machine juga divirtualisasi oleh host yang telah 
diinstalasikan ESX. Hal ini diperlukan untuk menjaga kondisi pada saat setelah migrasi, 
bahwa identitas jaringan virtual machine dan koneksi jaringan sudah ditetapkan serta 
dialokasikan sebelumnya. vMotion® mengelola virtual MAC address sebagai bagian dari 
proses migrasi tersebut. Pada saat host tujuan teraktivasi, maka vMotion® melakukan 
proses ping terhadap router jaringan untuk memastikan koneksi telah siap sebagai lokasi 
fisik virtual machine yang baru untuk virtual MAC address. Hal tersebut untuk 
menghasilkan keadaan zero downtime dan tidak terdapat gangguan terhadap pengguna. 

Sedangkan tahapan dan proses perpindahan virtual machine dapat dijelaskan melalui proses 
sebagai berikut : 
1. Proses migrasi dengan fitur vMotion diawali dengan modul Migrate Virtual Machine. 
Pada contoh ini, host asal (Source) dan host tujuan (Destination) sama-sama memiliki 
akses terhadap media storage yang menyimpan file-file virtual machine. 
2. Kondisi memory virtual machine yang akan dimigrasikan diduplikasi melalui jaringan 
vMotion® dari host asal ke host tujuan. Sementara itu para pengguna masih dapat 
mengakses virtual machine tersebut dan melakukan update halaman pada memory. 
Daftar halaman yang termodifikasi tersimpan pada bitmap memory pada host asal. 
3. Setelah memory dari virtual machine diduplikasikan dari host asal ke host tujuan, kondisi 
virtual machine tidak berubah dan tidak terdapat aktivitas tambahan yang terjadi pada 
virtual machine. Selama waktu tidak berubah tersebut, vMotion® melakukan transfer 
kondisi virtual machine dan bitmap memory ke host tujuan. 
4. Setelah kondisi virtual machine tidak berubah pada host asal, virtual machine segera 
dilakukan inisialisasi dan memulai berjalan pada host tujuan. Sebagai tambahan, 
permintaan Reverse Address Resolution Protocol (RARP) menginformasikan sub jaringan 
bahwa MAC address dari virtual machine saat ini dalam keadaan menyala pada port yang 
baru pada switch jaringan. 
5. Saat ini pengguna dapat mengakses virtual machine pada host tujuan setelah berpindah 
dari host asal dan virtual machine selanjutnya dihapus dari host asal. 


Gambar 2. Mekanisme kerja vMotion®



vSAN
Dalam release terbarunya, vSphere 5.5 hadir dengan membawa sejumlah penambahan fitur maupun penyempurnaan dibandingkan versi pendahulunya. Salah satu fitur yang terbilang menarik untuk disimak adalah teknologi vSAN. Setelah membaca sejumlah datasheet yang ada terkait fitur tersebut, sekilas saya berkesimpulan bahwa terdapat kemiripan konsep antara vSAN yang terdapat pada vSphere 5.5 dengan fitur VSA pada vSphere 5.1. Intinya, kedua fitur tersebut memungkinkan penggunaan local datastore pada setiap hypervisor host dalam suatu cluster layaknya suatu solusi shared storage tersendiri. Namun jika dilihat lebih jauh terdapat sejumlah perbedaan teknis diantara keduanya.
Seputar hal ini, salah satu artikel dalam blog resmi VMware sudah pernah membahasnya. Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa vSAN  merupakan solusi storage yang ditujukan untuk use case yang serupa dengan VSA, namun ia menyediakan tingkat fleksibilitas, skalabilitas sekaligus kinerja yang lebih tinggi serta kemudahan dalam proses administrasinya. Lebih lanjut seputar komparasi diantara VSA dan vSAN, silahkan merujuk langsung menuju tabel berikut yang saya kutip melalui artikel dimaksud.

Beberapa hal menjadi pembeda antara vSAN jika dibandingkan dengan VSA adalah penggunaan media storage berbasis teknologi flash (dalam hal ini SSD) sebagai caching yang merupakan mandatory requirement pada vSAN. Hal ini juga berarti akan terdapat keunggulan kinerja yang signifikan dibandingkan VSA yang hanya membutuhkan media hard disk konvesional. Disamping itu, hilangnya batasan maksimal 3 unit vSphere host (seperti yang ditemui pada VSA) juga menjadikan vSAN dapat disesuaikan dengan ukuran cluster dari vSphere host sehingga layak dijadikan sebagai salah satu opsi solusi storage untuk lingkungan enterprise.

No comments:

Post a Comment