Banner Iklan

Responsive Ads Here

Monday, 26 January 2015

Mengenal Teknologi Deteksi Penyadap Ponsel

JAKARTA - Isu sadap-menyadap kembali ramai diperbincangkan publik. Terutama setelah Hasto Kritiyanto membeberkan dugaan upaya penyadapan terhadap dirinya oleh tim Abraham Samad.
Dalam jumpa pers, Kamis (22/1) kemarin. Hasto bahkan sempat menunjukkan alat berupa kotak kecil berlampu yang disebutnya mampu mendeteksi penyadapan.
Kotak hitam kecil bertuliskan GSM Box tersebut disebutkan Hasto akan menyala lampu indikatornya dan mengeluarkan bunyi jika ponsel dia disadap.
Melalui penelusuran di internet, GSM Box ini diperjualbelikan secara bebas di situs jual beli online.
Menurut Ketua Lembaga Riset Keamanan Sistem Informasi dan Komunikasi CISSReC (Communication & information System Security Research Center) Pratama Persadha, tidak mudah menyimpulkan sebuah alat komunikasi seperti ponsel sedang disadap atau tidak. Dibutuhkan alat yang tepat dan canggih untuk melacaknya.
“GSM Box tersebut itu hanyalah alat untuk mendeteksi sinyal GSM. Jika ada penyadap yang menggunakan sinyal GSM sebagai media transmisinya alat tersebut bisa mendeteksi. Tapi yang jadi masalah, alat tersebut akan terus berbunyi atau menyala lampunya di dekat sinyal GSM yang aktif, baik itu sinyal alat sadap GSM bug ataupun sinyal ponsel biasa, “ jelas pakar keamanan siber dan komunikasi ini kepada Okezone, Sabtu (24/1/2015).
Jadi jika hanya mengandalkan alat GSM Box, lanjut Pratama, akan sulit untuk menentukan sebuah ponsel disadap atau dikloning.
Miliaran Rupiah
Untuk mendeteksi ada tidaknya aksi penyadapan dengan modus frekuensi secara tepat, kata dia, alat yang standar yang digunakan bernama counter surveillance signal detector and spectrum analyzer.
Alat ini dirancang untuk mendeteksi sinyal mencurigakan, melakukan survei lokasi untuk sistem komunikasi, melakukan analisis frekuensi radio (RF) emisi dan menyelidiki penyalahgunaan spektrum RF.
“Alat ini mampu mendeteksi perangkat komunikasi yang disadap hanya dalam waktu satu detik. Alat ini tersedia di pasaran secara terbatas. Namun spesifikasi alat deteksi penyadap yang paling canggih hanya dijual ke negara. Harganya pun miliaran rupiah dan perlu lisensi negara untuk membelinya,” jelas mantan Ketua Tim Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Pengamanan IT Presiden ini.
Sementara jika modus penyadapan lewat injeksi trojan atau malware untuk mengkloning ponsel target, maka perlu audit forensik untuk mendeteksinya. “Caranya dengan memeriksa dan menganalisa ponsel lewat peralatan khusus yang bisa melakukan scanning kemungkinan adanya trojan atau malware penyadapan,” pungkas Pratama.
(amr)

No comments:

Post a Comment