Banner Iklan

Responsive Ads Here

Thursday, 6 May 2010

PSPS Rebut Big Four Lagi

PEKANBARU (RP)- PSPS kembali menempati posisi big four atau empat besar klasemen sementara Liga Super musim ini, Selasa (4/5). Pencapaian gemilang ini tak terlepas dari hasil kemenangan telak 3-0 PSPS atas PSM Makassar dalam laga lanjutan Liga Super 2009/2010 di Stadion Rumbai, kemarin.


Posisi empat besar ini sempat ditempati PSPS usai mengalahkan Persiba Balikpapan, Ahad (1/5) lalu. Namun, posisi PSPS tergeser ke posisi lima, Senin (2/5), karena Persib bermain imbang 0-0 lawan Persipura. Persib unggul produktivitas gol dibandingkan PSPS.

Tambahan tiga poin usai lawan PSM kemarin membuat PSPS merebut kembali posisi empat dengan nilai 47. Untuk sementara PSPS aman di big four karena pesaingnya, Sriwijaya FC dan Persib, belum bertanding. Sriwijaya FC baru main hari ini menjamu Persipura, sedangkan Persib bertanding besok menjamu Persiwa.

Jika Sriwijaya FC menang, posisi PSPS tetap aman karena unggul produktivitas gol. PSPS baru tergeser jika Persib menang lawan Persiwa lebih dari dua gol. Saat ini, selisih gol PSPS dengan Persib sama-sama sembilan gol.

Untuk kembali merebut posisi empat besar kemarin, PSPS tampil gemilang lawan PSM. Sejak kick off, PSPS langsung menekan pertahanan PSM. Namun, PSM yang bermain mengandalkan satu striker, Osvaldo Moreno, justru mampu mendapat peluang emas lewat serangan balik.

Di menit ke-10 striker PSM asal Paraguay itu sempat melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti setelah mampu melewati Dedi Gusmawan. Untung saja, kiper PSPS, Dede Sulaiman, sigap dan mampu mengantisipasi tendangan tersebut.

Berselang tiga menit, giliran PSPS mendapat peluang emas. Bahkan, peluang ini membuahkan gol. Berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan Agus Cima dari kiri, Isnaini berhasil melepaskan tendangan voli cukup keras untuk menaklukkan kiper PSM, Samsidar. Gol ini merupakan yang ke-15 buat Isnaini di musim ini.

Tiga menit kemudian, PSPS seharusnya bisa menambah gol lewat titik penalti jika wasit jeli saat Isnaini dan Josh Maguire dijatuhkan pemain belakang PSM Makassar. Sayang, wasit Mardi tak bergeming melihat pelanggaran tersebut.

Tertinggal satu gol, pelatih PSM Tumpak Sihite melakukan perubahan strategi. Pelatih asal Medan ini memutuskan untuk main terbuka dengan memasukkan satu striker lagi yakni Park Jung Hwan dan menarik keluar Adrian Samsul di menit ke-18. Hasilnya memang jitu, lini depan PSM makin beringas dan mereka memguasai pertandingan.

Bahkan, di menit ke-29, Diva Tarkas sempat melepaskan tendangan keras di kotak penalti PSPS. Untung saja bola tersebut sedikit melebar dari gawang PSPS. Tapi keasyikan menyerang, lini belakang PSM lengah. Syamsul Chaeruddin dkk justru kebobolan di menit ke-33 lewat serangan balik PSPS.

Berawal dari long passing Isnaini ke April Hadi, pemain asal Kuansing itu mengumpan dengan sundulan ke kotak penalti. Gelandang kanan PSPS, Putut Waringin Jati, dengan mudah menyundul bola untuk menaklukkan Samsidar dari jarak dekat dengan sundulan keras.

Berselang empat menit, Putut kembali mencetak gol buat PSPS. Berawal dari tendangan bebas Dzumafo Epandi Herman yang gagal ditangkap Samsidar, mantan pemain Semen Padang ini berhasil mencocor bola kemelut tersebut setelah sebelumnya bola didorong oleh Isnaini yang membelakangi gawang. Dengan Putut mencocor bola ke jala yang kosong dari jarak hanya sekitar satu meter.

‘’PSM memang sempat menguasai pertandingan saat mereka memasukkan striker baru di menit ke-18. Namun, karena mereka main terbuka, pemain kita berhasil memanfaatkan serangan balik untuk mencetak gol,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning usai pertandingan.

Usai gol ketiga ini, PSM menarik keluar kiper Samsidar dan memasukkan M Rahman. ‘’Gol yang terjadi bukan karena PSPS bagus. Tapi, gol tersebut murni kesalahan kiper kami. Saya akan bicara dengan kiper apa masalah dia,’’ ujar asisten pelatih PSM, Tony Ho, saat jumpa pers.

Manajer PSPS, Dastrayani Bibra, langsung bereaksi dan membantah tanggapan Tony Ho. Ide —panggilan akrab Dastrayani Bibra— mengatakan bahwa gol-gol yang terjadi bukan kesalahan kiper PSM (Samsidar), tetapi karen hasil kerja keras pemain PSPS.

Menurut Ide, kiper manapun akan sulit menahan tiga peluang yang menjadi gol tersebut. ‘’Gol tersebut tak akan terjadi kalau pemain PSPS tak cerdik memanfaatkan peluang. Jadi, saya percaya gol tersebut memang karena kecerdikan pemain PSPS,’’ ujarnya.

Di babak kedua, Gurning melakukan beberapa pergantian pemain. Putut digantikan M Zyahrul Azhar, Josh Maguire digantikan Agusrianto serta Septi Hadi dimainkan menggantikan Agus Cima. Di babak kedua ini, tempo permainan PSPS menurun. PSM justru mengendalikan permainan.

PSM mendapatkan peluang emas di menit ke-62 ketika striker asal Korea, Park Jung Hwan berhasil melewati Dedi Gusmawan. Untung kiper Dede Sulaiman bermain gemilang, tendangan Park berhasil ditangkapnya. Berselang tujuh menit, Osvaldo Moreno berhasil melepaskan tendangan voli, tapi bola melambung.

Alhasil, gawang PSPS aman dan tak kebobolan hingga laga usai. ‘’Kami akui anak-anak tampil di bawah standar di pertandingan tadi (kemarin, red). Hal ini manusiawi karena recovery pemain kami tak tercapai karena jadwal pertandingan yang padat,’’ ujar Tony Ho.(das)

dikutip dari http://www.riaupos.com/berita.php?act=full&id=6632&kat=2

No comments:

Post a Comment