Banner Iklan

Responsive Ads Here

Monday, 12 April 2010

Gilas Persija di Depan Gubri

PEKANBARU (RP)- Stadion Rumbai menjadi neraka buat Persija. Kamis (8/4), untuk ketujuhkalinya, tim Macan Kemayoran —julukan Persija— gagal meraih poin, apalagi kemenangan saat bertemu PSPS di stadion ini. Kemarin, PSPS berhasil kembali mengalahkan Persija dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal kemenangan PSPS dalam laga ini dicetak kapten tim, Dzumafo Epandi Herman, lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti- di menit ke-64. Tendangan bebas ini diberikan wasit Jajat Sudrajat setelah dua pemain belakang Persija, Leonard Tumpamahu dan Ismed Sofyan, menjatuhkan Isnaini.

Pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning menyambut gembira hasil ini. Pasalnya, PSPS menang dalam kondisi penampilan di bawah form. ‘’Dewi fortuna memayungi kita. Kalau permainan harus diakui Persija menguasai,’’ ujar pelatih berlisensi A ini kepada Riau Pos usai pertandingan. Ya, dalam pertandingan kemarin, Isnaini dkk tampil buruk. Bahkan, Persija menguasai ball possesion di babak pertama. Startegi Gurning untuk menerapkan pressure sejak awal terhadap pemain Persija justru tak berjalan sesuai rencana. Bahkan, PSPS justru hampir kebobolan di awal pertandingan.

Di menit ke-2, lewat crossing tendangan bebas Ismed Sofyan, gawang PSPS yang dikawal Dede Sulaiman terancam. Untung tendangan Leonard berhasil ditepis Dede. PSPS baru mengancam gawang Persija yang dikawal Roni Tri di menit ke-14 lewat aksi individu Josh Maguire di kotak penalti. Sayang tendangannya melebar.

Melihat permainan anak asuhnya tak berkembang, pelatih Persija, Benny Dollo, melakukan perubahan strategi. Bambang Pamungkas yang awalnya disimpan dimasukkan di menit ke-35 menggantikan Emanuele Serge. Meski menguasai pertandingan, disiplinnya barisan pertahanan PSPS membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

‘’Persija memang menguasai pertandingan. Tapi, lini depan mereka tumpul. Selain itu, barisan pertahanan kita bermain cukup baik tadi (kemarin, red). Persija hanya mampu menguasai 2/3 lapangan, tapi masuk 1/3 lapangan serangan mereka kandas,’’ ujar Gurning.

Hal ini juga diakui asisten pelatih Persija, Sudirman, yang menghadiri sesi jumpa pers. ‘’Kami berhasil menguasai pertandingan. Namun memasuki pertahanan PSPS, serangan kami selalu gagal,’’ ujarnya. Bagaimana dengan cuaca? ‘’Ya, cukup panas,’’ tambah lelaki kelahiran Pekanbaru dan sempat memperkuat PSPS di awal-awal saat naik ke Divisi Utama dulu. Panasnya cuaca di laga, justru berbalik membuat tenaga pemain PSPS terkuras.

Gurning pun memutuskan mengganti Josh Maguire di menit ke-50. Pemain asal Australia ini digantikan April Hadi. Serangan PSPS pun mulai meningkat. Hasilnya, di menit ke-64 PSPS berhasil mencetak gol.

Isnaini yang menjadi momok bagi barisan pertahanan PSPS yang dikoordinir Ebanda Herman, Ismet Sofyan dan Leonard, dijatuhkan tak jauh dari kotak penalti. Dzumafo Epandi Herman yang menjadi eksekutor berhasil memperdayai kiper Persija, Budi Tri. Tendangan Dzumafo sempat membentur bahu Ismed sebelum masuk gawang.

Keberuntungan memang memihak PSPS. Tendangan Dzumafo tersebut sebenarnya membentur mistar gawang Persija. Tapi, bola pantulan tersebut justru kena punggung kiper Persija, Roni Tri dan akhirnta bersarang ke gawang Persija. ‘’Kita beruntung, sedangkan Persija lagi sial,’’ ujar Gurning.

Gol ini membuat tempo permainan di bawah cuaca panas meningkat menjadi makin panas. Emosional pemain juga meningkat. Bahkan, wasit Jajat Sudrajat mengeluarkan kartu merah buat bek PSPS, Dedi Gusmawan dan gelandang Persija, M Ilham, di menit ke-69 yang terlibat keributan. ‘’Seharusnya tak kartu merah. Untuk ukuran Liga Indonesia, kejadian keributan tadi biasa, cukup diganjar kartu kuning. Entah mengapa wasit berlebihan membuat keputusan. Mungkin karena ada Ketua KONI Pusat dan Gubernur Riau yang nonton,’’ ujar Gurning.

Bermain dengan sama-sama 10 pemain PSPS mendapat beberapa peluang emas. Di menit ke-75 lewat umpan panjang Dzumafo, April Hadi hampir saja menambah keunggulan PSPS jika kiper Persija, Roni Tri, tak keluar menghalau bola di luar kotak dengan tangannya. Wasit pun memberi kartu kuning buat Roni, padahal dalam posisi seperti ini, mestinya pelanggaran itu diganjar kartu merah.

Persija baru mendapat peluang emas di menit akhir lewat Bambang Pamungkas di menit ke-87 dan ke-90. Sayang, tendangannya melenceng padahal ia berdiri bebas di kotak penalti PSPS. Alhasil, PSPS memperpanjang rekor tak pernah menang Persija di Stadion Rumbai untuk yang ketujuhkalinya.

Kemenangan ini membuat PSPS menembus papan atas menempati posisi lima klasemen sementara dengan nilai 41. PSPS unggul produktivitas gol atas Sriwijaya FC yang juga meraih 41 poin. Tak hanya itu, kemenangan kemarin membuat pemain PSPS menerima rezeki tambahan berupa bonus Rp100 juta.

Bonus ini diberikan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE sebesar Rp30 juta, Wagubri Mambang Mit sebesar Rp10 juta, Bupati Kuantan Singingi, Sukarmis, sebesar Rp15 juta, Wawako Pekanbaru, Erizal Muluk, sebesar Rp5 juta, Indah Kiat sebesar Rp10 juta, serta manajemen PSPS sebesar Rp20 juta. ‘’Saya harapkan bonus ini bisa meningkatkan kualitas permainan PSPS supaya ke depan bisa menjadi juara ISL,’’ harap Gubri.


Gubri Terkesima

Kemenangan PSPS atas Persija kemarin terasa semakin istimewa karena diraih saat ditonton Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE MP, berserta Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo serta beberapa petinggi Riau lainnua. Gubri mengaku sangat terkesima dengan permainan yang ditampilkan PSPS.

Bahkan Gubri tak bisa menyembunyikan ekspresi kegembiraan saat Herman menjebol gawang Persija. Dia mengaku sudah sejak dulu ingin menyaksikan pertandingan PSPS yang merupakan klub sepakbola kebanggaan Riau ini. ‘’Sejak dulu saya memang ingin melihat langsung PSPS bermain, tapi karena waktu saya tidak sempat. Dan kesempatan ini saya gunakan sebaik mungkin dan alhamdulillah kita menang,’’ tuturnya yang turut mengajak istrinya Septina Primawati Rusli.(das/eko)

dikutip dari: http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=5201&kat=2

No comments:

Post a Comment