Banner Iklan

Responsive Ads Here

Friday, 19 March 2010

Teror Bom di Studio Foto di Pekanbaru

PEKANBARU (RP) - Teror bom kembali terjadi. Kali ini menimpa pemilik Studio Foto Alexander bernama Rahmad T di Jalan Imam Munandar, Kamis (18/3) sekitar pukul 08.26 WIB.


Adapun yang menerima teror melalui SMS putra Rahmad bernama Filipe yang tengah menjaga toko. Sementara ayah dan ibunya pergi ke Kantor Camat Bukitraya untuk mengurus KTP.

Dikisahkan Filipe, ketika itu dia sedang berada di toko menunggu pelanggan, tiba-tiba masuk SMS ke HP milik ayahnya yang selama ini dipercayakan kepadanya untuk membawanya.

‘’Saat itu juga SMS saya buka, isinya, ”Hati-hati, di dalam ruko anda diletakkan bom waktu dalam 10 menit akan meledak. Musuh kami adalah Amerika, Australia, Inggris dan China. (Upik Kewanga) Komando Jihad,’’ jelas Filipe.

Saat itu juga Filipe mengaku menghubungi orangtuanya memberi tahukan isi SMS tersebut. Selanjutnya orangtuanya menghubungi pihak Polsek Bukitraya. Ternyata tidak

hanya orangtua Filipe yang menghubungi Polsek Bukitraya, tapi juga karyawan tokonya juga.

Selang beberapa waktu, pihak Polsek Bukitraya datang. Saat itu turun langsung Kapolsek Bukitraya AKP Yuniar Ari. Dan tak lama kemudian Wakapoltabes AKBP Kennedy dan Kasat Reskrim Poltabes Kompol Jon Wesly juga datang untuk melihat situasi.

‘’Kita sudah menghubungi tim Gegana dan Brimobda. Dalam waktu tidak lama lagi akan datang,’’ ungkap Yuniar Ari. Dan ternyata apa yang diungkapkan Yuniar Ari benar adanya, tim penjinak bom dari Brimobda Riau tiba.

Setelah melakukan persiapan, penyisiran pun dilakukan. Sekitar lebih kurang 45 menit melakukan penyisiran, tim penjinak bom keluar dari toko tersebut dan mengatakan hasilnya nihil.

Karena Kennedy dan Jon Wesly sudah berangkat dari lokasi, Yuniar lah yang memberikan statemen. Dia mengatakan, setelah tim penjinak bom melakukan penyisiran dari dari lantai satu sampai lantai empat, akhirnya tidak ditemukan bom yang dimaksud, hasilnya nihil.

‘’Meski demikian kita meminta pemilik toko untuk melapor, karena hal itu sudha pengancaman dan sudah masuk pada ranah pidana. Tidak hanya sampai di situ, nomor HP juga akan kita lacak, meski saat ini nomor tersebut sudah tidak aktif,’’ ungkap Yuniar. Sementara Rahmad, pemilik studio foto mengaku tidak pernah punya musuh. ”Saya sudah bertahun-tahun di Pekanbaru dan tidak pernah punya musuh. Pasti yang melakukan itu orang-orang iseng,” katanya.

Polisi Bisa Cari Pelaku Teror
Pengamat kriminal Syahrul Akmalatif mengatakan, apapun lokasi teror bom meski sebuah studio foto, polisi harus mengungkap modus di belakang itu semua. Dijelaskannya, bisa saja ini adalah konflik yang terjadi antara persaingan bisnis. Selain itu, yang jelas teror bom ini sudah membuat goncang suasana.

‘’Kalau hanya studio foto berapalah omzetnya, tapi jangan dilupakan peyelidikan tentang apa keterkaitannya dengan teroris adalah tugas polisi, siapa dibelakang studio foto itu juga harus diselidiki,’’ ujar Syahrul kepada Riau Pos, Kamis (18/3).

Saat ditanya apakah modus seperti teror bom di studio foto tersebut dilakukan oleh kaum jihad atau hanya isu iseng saja, Syahrul mengatakan bahwa walau bagaimanapun teror bom tidak bisa dianggap remeh dan penyelidikan harus dituntaskan.”Dan jangan hanya dianggap isu,” sebutnya.(mng/rul/yls)

dikutip dari: http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=3965&kat=11

No comments:

Post a Comment