Banner Iklan

Responsive Ads Here

Tuesday, 23 March 2010

PSPS kalahkan Persib 3-0

PEKANBARU (RP)-Pembalasan setimpal dilakukan PSPS terhadap Persib Bandung di Stadion Rumbai, Ahad (21/3). Dalam kondisi cuaca yang cukup panas, PSPS berhasil mencukur Persib 3 gol tanpa balas. Hasil ini sekaligus menuntaskan revans di putaran pertama saat PSPS dikalahkan 1-3 di Stadion Si Jalak Harupat.

Dalam pertandingan kemarin, Persib yang perkuat 6 pemain Timnas Indonesia (terakhir saat kalah 0-1 dari Australia di Pra Piala Asia, yakni Markus Haris Maulana, Nova Arianto, Maman Abdurrahman, Hariono, Eka Ramdani dan Budi Sudarsono) dan satu mantan pemain timnas, Atep, tampil loyo di terik matahari. Sebaliknya, pemain PSPS justru tampil agresif

sejak awal pertandingan. Buktinya, di babak pertama dalam waktu tujuh menit PSPS berhasil mencetak dua gol.

Gol pertama dicetak Cyril Emile Tchana di menit ke-23 setelah menerima umpan silang sekaligus melewati Maman dan Nova, sebelum memperdayai Markus. Tujuh menit kemudian PSPS menambah gol lewat titik penalti yang dilakukan Dzumafo Epandi Herman. Inilah hukuman penalti pertama yang diberikan kepada PSPS dalam musim ini. Penalti ini diberikan wasit Yandri yang menilai Markus sengaja menjatuhkan Isnaini yang menguasai bola rebound di kotak terlarang.

‘’Cuaca panas membantu kami untuk memenangkan laga lawan Persib ini,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning kepada Riau Pos, usai pertandingan.

‘’Persib tak biasa main dalam kondisi cuaca yang panas. Biasanya di daerah dingin. Saya lihat pemain Persib sangat kelelahan seperti kita lawan Persipura lalu. Mungkin karena waktu pertandingan mereka mepet. Tapi yang utamanya adalah anak-anak mampu menjalankan instruksi dengan baik,’’ tambahnya.

Hal senada diungkapkan pelatih Persib, Jaya Hartono saat jumpa pers usai laga kemarin. ‘’Cuaca cukup panas sehingga agresivitas anak-anak tak terlihat sama sekali. Bahkan, pressing anak-anak hampir tak ada sama sekali. Inilah masalah kami karena kami biasa latihan dengan cuaca dingin,’’ jelas mantan pelatih Persik Kediri ini.

Dalam laga terlihat jelas, anak-anak Pekanbaru mengontrol permainan sejak awal. Duet striker Dzumafo Epandi Herman dan Isnaini dengan mudah memporak-porandakan pertahanan Persib yang digalang dua pilar timnas, Maman dan Nova, dan pemain asing Cristian Rene Martinez. Sebaliknya, lini depan Persib justru melempem.

Cristian El Loco Gonzales tak mampu berbuat banyak karena suplai bola dari Atep, Eka Ramdhani, Satoshi Otomo, Gilang Angga serta Hariono bisa dikatakan tidak ada yang bagus. Gawang PSPS yang dikawal Dede Sulaiman nyaris tak berbahaya di babak pertama. Di babak kedua, tercatat beberapa kali tendangan berbahaya pemain Persib mengarah ke gawang PSPS.

PSPS justru tambah menggila di babak kedua. Satu menit baru dimulai April Hadi hampir saja mencetak gol ketika Markus salah mengantisiapsi bola atas. Sayang, tendangan April sedikit melambung. Berselang enam menit, giliran Isnaini mendapat peluang emas. Sayang tendangan kerasnya mampu diblok Markus.

Empat menit kemudian sebenarnya PSPS bisa menambah gol ketika Markus kembali terpaksa menjatuhkan Isnaini di kotak penalti. Tapi, kali ini wasit Yandri “menyelamatkan” Persib dan tak memberikan hadiah penalti.

Tertekan, pelatih Persib Jaya Hartono memasukan striker Airlangga Sucipto di menit ke-68. Hasilnya, baru dua menit masuk, Airlangga hampir saja menjebol gawang PSPS. Tapi, umpan crossing Cucu Hidayat dari kanan gagal dimanfaatkannya menjadi gol. Airlangga menyambut umpan tersebut dengan tendangan salto tapi tak akurat. Padahal, ia berdiri bebas di kotak penalti PSPS.

Persib kembali melakukan tekanan di menit akhir untuk mengejar ketinggalan. Di menit ke-80, Christian Gonzalez berhasil mendapat bola liar di depan gawang PSPS, tapi tendangannya ditepis Dede Sulaiman. Berselang lima menit giliran Gilang Angga dapat bola liar tapi tendangannya melambung.

Dalam kondisi ditekan, PSPS justru berhasil menambah gol di menit ke-89 lewat kaki Rusdianto. Pemain yang akrab dipanggil Balbo ini melakukan permainan satu dua sentuhan dengan Dzumafo Herman dan Isnaini sebelum menaklukkan kiper Persib, Markus. Gol ini sempat menaikkan semangat Persib mengejar ketinggalan. Tapi, tendangan Gonzales di injury time membentur tiang gawang dan skor 3-0 tetap bertahan hingga laga usai.(das/aga/hbk)

dikutip dari : http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=4130&kat=2

1 comment:

  1. saluuuuuuuuuuuutttt......teruskan perjuanganmu laskar bertuah!!!
    rgds
    http://andryzone.wordpress.com

    ReplyDelete