Banner Iklan

Responsive Ads Here

Monday, 21 December 2009

Menang, PSPS Naik Empat Strip

PEKANBARU (RP)- Posisi PSPS naik drastis empat strip ke posisi delapan dari posisi 12 klasemen sementara Liga Super Indonesia musim ini berkat kemenangan 1-0 atas Persitara Jakarta Utara di Stadion Rumbai, Ahad (20/12). Gol tunggal kemenangan PSPS di laga ini dicetak Isnaini ketika pertandingan baru berjalan empat menit.


Meski meraih kemenangan, pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning mengaku secara permainan anak asuhannya tak seperti yang diharapkan. ‘’Saya akui secara permainan anak-anak di bawah form. Namun, saya berterima kasih atas kerja keras mereka dan kami bisa meraih kemenangan,’’ ujar Gurning.

Ya, pada pertandingan kemarin, PSPS memang tampil kurang greget usai Isnaini mencetak gol lewat heading memanfaatkan tendangan bebas yang dilepaskan kapten tim, Ade Suhendra. Ritme permainan PSPS lambat dan kurang begitu ngotot membuat suasana Stadion Rumbai sedikit kurang bersemangat.

Memang ada sedikit perubahan starter dan skema permainan dilakukan Gurning menghadapi mantan klubnya kemarin. Minimnya stok striker membuat Gurning melakukan ‘’perjudian’’ menduetkan Banaken Bassoken dengan Isnaini untuk menggantikan peran Dzumafo Epandi Herman yang absen karena akumulasi kartu kuning.

Ketua umum PSPS, Herman Abdullah juga kecewa melihat permainan Ade Suhendra dkk karena beberapa peluang mencetak gol jadi sia-sia. ‘’Ini harus banyak latihan lagi. Peluang banyak namun tidak mampu dimanfaatkan. Tadi seharusnya kita bisa unggul 4-0, namun karena emosi di depan gawang semuanya jadi buyar, ‘’ ujar Herman Abdullah kepada Riau Pos usai laga.

Manajer PSPS, Dastrayani Bibra, mengatakan faktor lambatnya tempo permainan PSPS kemungkinan dikarenakan para pemain kelelahan usai menjalani tiga laga tandang lawan Persija, Persipura dan Persiwa Wamena. ‘’Saya saja yang melakukan perjalanan (ke Jakarta) capek, apa lagi mereka yang bermain dan melakukan perjalanan tentunya lebih banyak capeknya,’’ ujarnya.

Untuk itu, Ide —sapaan akrab Dastrayani Bibra— berharap waktu yang tersedia menjelang menjamu Pelita Jaya di Stadion Rumbai, 2 Januari 2010 mendatang, para pemain memanfaatkan betul waktu yang ada untuk menjaga kondisi fisik sebaik mungkin. ‘’Waktu istirahat pertandingan panjang. Jadi, jagalah kondisi,’’ ujarnya.

Meski kalah, pelatih Persitara, Dody Sahetapy, mengaku puas dengan permainan anak-anak asuhannya. ‘’Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk pertandingan selanjutnya. Kami sedang bekerja keras untuk lepas dari zona degradasi,’’ jelas Dody.

Dalam pertandingan kemarin, sejak kick-off, PSPS langsung menggempur pertahanan Persitara yang dikomadoi Vali Khorsadipish asal Iran. Ketika pertandingan baru berjalan empat menit, pemain belakang Persitara, Tugihadi, membuat kesalahan mengganjal striker PSPS, Isnaini, yang melakukan solo run memanfaatkan umpan terobosan Ade Chandra Kirana.

Tekel keras tersebut memang tidak di kotak penalti. Namun, jarak bola hanya 27 meter dari gawang Persitara yang dikawal Wawan Dermawan. Ade Suhendra yang menjadi algojo berhasil memberikan umpan akurat dan membuat Isnaini dengan mudah melakukan heading sekaligus menjebol gawang Persitara.

Gol ini justru membuat Persitara sedikit bangkit untuk menyamakan kedudukan. Dua menit berselang, Persitara hampir saja menyamakan kedudukan jika tendangan keras Tantan yang mengarah di sudut kanan gawang gagal ditepis kiper Fance Haryanto.
PSPS mendapatkan peluang emas untuk menambah gol beberapa menit menjelang turun minum. Sayang, kali ini Isnaini gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol. Padahal, ia sudah berhadapan dengan kiper Wawan Darmawan. Sayang, tendangannya justru melambung.
PSPS mendapatkan musibah di penghujung babak pertama ini. Salah satu pemain belakangnya, Agus Cima, yang berusaha menutup pergerakan Tantang sudut kiri terjatuh mengenai semen penutup drainase. Akibatnya, lutut Cima sobek dan iapun dilarikan ke rumah sakit. Akhirnya, Gurning memutuskan untuk mengembalikan Banaken mengantikan posisi Cima di babak kedua.

Di babak kedua, lagi-lagi Isnaini mendapatkan dua peluang bersih. Kali ini, umpan matang diberikan Ade Chandra Kirana di menit ke-70. Isnaini yang sudah lewat dari perangkap off-side kembali melepaskan tendangan melambung di mistar gawang Persitara. Yang kedua, tendangannya dari jarak dekat juga melambung. Alhasil, skor 1-0 ini bertahan hingga laga usai.

Meski begitu, Isnaini tetap seorang pahlawan dengan gol tunggalnya meski dia gagal memanfaatkan beberapa peluang. Dia berhasil menjawab tantangan sebagai striker utama ketika Dzumafo E Herman absen.(mg5/das/hbk)

dikutip dari http://www.riaupos.com/berita.php?act=full&id=10848&kat=2

No comments:

Post a Comment