Banner Iklan

Responsive Ads Here

Saturday, 3 October 2009

Penerangan Stadion Rumbai Masih Kurang

Tim verifikasi PT Liga Indonesia (LI) memang puas melihat perubahan fisik Stadion Rumbai setelah direnovasi. Tapi, ada persyaratan lain yang masih mengganjal yakni penerangan stadion yang masih kurang dari standar Liga Super. Untuk memenuhi syarat tersebut minimal PSPS harus punya dana Rp2,4 miliar.
Ya, Selasa (30/9) lalu, Project Goverment Philips, Kuncahyo Isnaidi yang dipercaya PT LI mengecek penerangan stadion peserta Liga Super langsung mengecek lampu Stadion Rumbai. Meski belum ada laporan hasil secara resmi, ia menyatakan penerangan Stadion Rumbai belum standar. ‘’Dia (Kuncahyo, red) mengatakan masih kurang. Itu saja,’’ ujar Direktur Utama PT PSPS, Dityo Pramono.

Hanya saja, utusan PT LI tersebut sempat menjelaskan standar lampu yang harus dipenuhi PSPS. Jumlah lampu yang harus dipasang di setiap tiang berjumlah 32 bola dengan daya 2.000 watt untuk setiap lampu. Sementara, lampu yang terpasang di empat tiang yang berdiri di Stadion Rumbai, masing-masing 24 lampu dengan daya 1.000 watt.

Satu lampu berdaya 2.000 watt yang direkomendasi PT Philips berharga 25 juta. Artinya, jika penerangan Stadion Rumbai bisa mendekati standar maka PSPS harus menyiapkan dana minimal Rp2,4 miliar untuk membeli 96 lampu. Tapi, jika ikut standar PT Liga Indonesia PSPS perlu Rp3,2 miliar karena rekomendasi PT Liga satu tiang harus dipasang 32 lampu.
Sanggupkah PSPS? ‘’Kalau untuk mengeluarkan dana miliar hanya untuk penerangan rasanya mikir-mikir dululah. Lagi pula, penerangan tersebut bukanlah persyaratan primer karena hanya untuk keperluan siaran langsung televisi,’’ ujar Dityo.

Sementara itu, manajer PSPS, Dastrayani Bibra mengatakan sebagai solusinya PSPS menawarkan kerja sama dengan dengan PT Philips Indonesia dan sudah bicara langsung dengan Kuncahyo Isnaidi. Tapi, belum ada jawaban serius. ‘’Kita bisa pasang logo mereka di kostum tim. Tapi, jawaban mereka seakan menolak,’’ jelasnya.

Tak takutkah Stadion Rumbai tak lolos seleksi jika penerangan tak standar? ‘’Tak usah risau dan saya tak memperhitungkan untuk tak lolos,’’ ujar Dityo.

Meski penerangan bukanlah yang primer, Dityo menambahkan tetap care dengan masalah ini. Hanya saja, PSPS tetap menunggu hasil resmi dan solusinya dari PT LI. ‘’Dari rapat pengurus dengan Pak Wali Kota (Herman Abdullah, red), diputuskan kami akan lihat apa rekom dari PT Liga dan apa yang harus kami buat. Kalau memang bisa kenapa tidak,’’ tegasnya.

Sebagainya gambaran, di Indonesia hanya beberapa stadion yang memiliki penerangan standar 1.200 lux. ‘’Di Wamena jangankan lampu, tiang untuk lampu saja tak ada. Jadi, kalau masalah penerangan ini pula yang menggagalkan saya rasa tak mungkin,’’ tegas Dityo.(hbk)

dikutip dari : http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=3589&kat=2

No comments:

Post a Comment