Banner Iklan

Responsive Ads Here

Wednesday, 2 September 2009

PSPS Terancam, Mitra Kukar Siap Mengganti

JAKARTA (RP) - PT Liga Indonesia (PT LI) telah selesai melakukan verifikasi terhadap tim-tim Indonesian Super League (ISL). Hasilnya tiga tim mendapatkan catatan khusus pada aspek infrastruktur, yakni Pelita Jaya Karawang, Persitara Tangerang, dan yang terberat adalah PSPS Pekanbaru.

Tim promosi, PSPS memiliki catatan paling banyak terkait kondisi Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, yang tak layak untuk menjadi tuan rumah ISL. “Kami masih memberikan toleransi sampai 25 September nanti untuk paling tidak memenuhi standar minimal ISL. Jika tidak kami akan mencari klub pengganti,” ujar Andi Darussalam Tabussala, chairman PT LI, di Jakarta, Selasa (1/9).

Mitra Kukar menjadi kandidat terkuat sebagai tim yang berada di urutan kelima Divisi Utama. Standar minimal infrastruktur yang dimaksud PT LI adalah lapangan memiliki distribusi rumput dan kerataan lapangan, drainase berfungsi, dan bench di area teknik sesuai regulasi.

Pada ruang-ruang di stadion didukung jalur yang memadai. Lampu stadion juga menjadi perhatian, minimal berkapasitas 1.000 luks dan dilengkapi dengan genset. Masalah tribun juga wajib dipenuhi sesuai standar, terbagi menjadi tribun VIP, media, pagar, dan tribun tersektor tiap sisi.

Solusi lain yang ditawarkan PT LI kepada PSPS adalah mencari kandang lain. “Jangan memikirkan klub pengganti dahulu, karena kami juga tak memikirkannya. Biarlah PSPS mencari solusi terbaik lebih dahulu,’’ ujar pria yang juga menjabat sebagai manajer tim nasional itu.

Lagipula, kapasitas PT LI tidaklah menentukan tim diganti atau tidak, tapi hanya sebatas memberikan penilaian kelayakan dan tidaknya suatu tim masuk dalam ISL. “Keputusan ada di tangan Komite Eksekutif PSSI,” ujar Andi.

Sementara itu, Manajer PSPS Dastrayani Bibra mengaku tak ada alasan Mitra Kukar siap menggantikan PSPS. Pasalnya, deadline yang diberikan tim verifikasi masih ada hingga 25 September mendatang. ‘’Tak ada cerita tak siap. Persyaratan sudah kami kirimkan ke PT Liga Indonesia seperti struktur tim dan lainnya. Hanya saja mungkin, infrastruktur yakni stadion sedang dikerjakan agar memenuhi standar Liga Super,’’ ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.

Ya, manajemen PSPS sedang berusaha memenuhi standar yang ditetapkan. Saat ini rumput Stadion Rumbai sedang dirawat dengan memberikan pupuk. Begitu juga dengan bagian-bagian lain, seperti ruangan ganti pemain, ruang wasit, ruang pers dan lainnya sedang dibuat dengan menjebol tembok yang sebelumnya sudah ada.

Pelita Jaya yang menggunakan Stadion Singaperbangsa Karawang tersandung lampu dan kualitas lapangan. Klub tersebut juga mendapatkan jatah waktu sampai 25 September nanti. Sementara Persitara Jakarta Utara yang masih memakai Stadion Lebak Bulus malah bernasib lebih baik. Klub tersebut tinggal menanti izin dari pengelola stadion.

Jika pada aspek infrastruktur PSPS mendapatkan nilai terburuk, pada total lima aspek yang dinilai PT LI, legalitas, personal administrasi, supporting team, finansial dan infrastruktur, Persija Jakarta menuai nilai paling jeblok. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu hanya mendapatkan nilai total 4.95. Itupun terbantu karena mendapatkan nilai infrastruktur dengan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta dengan 7.07 poin. Nah, nilai yang menjatuhkan adalah perkara personal administrasi yang hanya 1.88 poin. Salah satu perkara yang menjatuhkan nilai administrasi personal adalah belum adanya izin dari manajemen GBK.

Pada penilaian keseluruhan aspek, Arema Malang masih menjadi tim terbaik, meski tim berjuluk Singo Edan itu juga tak mendapat­kan nilai sebaik awal musim lalu. “Penurunan nilai itu terkait kelengkapan dokumen yang masih belum bisa dipenuhi klub tersebut sampai 31 Agustus. Itu kemungkinan terkait dengan adanya pembena­han manajemen internal Arema,” terang Andi.

Persema Malang yang memiliki persoalan lampu malah menuai nilai akumulatif terbaik peringkat kedua, diikuti Pelita Jaya, kemudian Sriwijaya FC. Hasil yang ditorehkan Persema cukup mengejutkan, karena Persema merupakan tim promosi dari Divisi Utama.

“Secara keseluruhan memang tak ada nilai yang memuaskan, tapi Persema layak diacungi jempol dengan hasil itu,” ujar Lano Mahardika, Manajer Assement PT LI.(vem/diq/jpnn/das)

dikutip dari http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=1537&kat=2

No comments:

Post a Comment