Banner Iklan

Responsive Ads Here

Tuesday, 1 September 2009

HUT Malaysia di Tengah Tuduhan Penjiplakan

KUALA LUMPUR (RP) - Senin 31 Agustus 2009 kemarin, negeri jiran Malaysia berulang tahun yang ke-52. Kemerdekaan Malaysia yang lebih dari setengah abad ini merupakan jerih payah Malaysia melawan penjajah Inggris.

Namun ulang tahun (ultah) Malaysia kali ini dibayang-bayangi kenyataan pahit: lagu kebangsaannya dituduh menjiplak. Beberapa hari terakhir, media-media di Indonesia gencar memberitakan, lagu kebangsaan Malaysia, ‘Negaraku’ yang diduga menjiplak lagu lawas Indonesia berjudul ‘Terang Bulan’.

Adalah Lokananta, sebuah perusahaan milik negara yang bergerak dalam usaha dokumentasi, meyakinkan publik bahwa lagu ‘Terang Bulan’ adalah lagu milik bangsa Indonesia yang telah dijiplakdan hanya diubah syairnya oleh Malaysia untuk dijadikan lagu kebangsaan.

“Introduksi maupun nadanya sama persis. Hanya temponya diubah sedikit. Sedangkan syairnya diubah disesuaikan untuk kebutuhan negara Malaysia. Syairnya semula sangat umum karena memang itu lagu hiburan, diubah menjadi sangat patriotik,” ujar Kepala Perum Lokananta Surakarta, Ruktiningsih, Jumat (28/8).

Klaim bahwa lagu kebangsaan Malaysia adalah buah jiplakan lagu Indonesia ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa tahun silam, isu ini juga sempat mengemuka. Namun isu ini kembali muncul seiring dengan munculnya Tari Pendet asal Bali dalam iklan pariwisata Malaysia. Iklan kontroversial ini pun membuat publik Indonesia marah.

Dalam catatan arsip Lokananta, hanya tertulis lagu tersebut sebagai lagu hiburan atau lagu rakyat populer dalam kategori jenis irama keroncong berdurasi 11 menit 15 detik dan tidak ada nama pencipta. Terang Bulan direkam pada piringan hitam pada 16 Maret 1965, bersama tiga lagu jenis keroncong lainnya.(dtc/ila)

dikutip dari : http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=1389&kat=4

No comments:

Post a Comment